Lensapena.Info,Mamuju,Sulbar–Tidak tersedianya anggaran, sebanyak 58 orang tenaga kontrak daerah pada Dinas Transmigrasi dan Tenagakerja Kabupaten Mamuju terancam insentifnya tidak di bayarkan mulai bulan Juli hingga akhir Desember mendatang.

Terkait hal itu, Plt. kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Mamuju, Rusdianto mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan upaya pengajuan penggajian para tenaga kontraknya sejak awal bulan Oktober lalu.

“Jadi kita sudah melakukan konfirmasi dengan Kepala BPKAD tentang pembayaran gaji kontrak, karena menurut ketua DPR, itu di anggarkan masing-masing OPD,” kata Plt. Kadisnaker Mamuju Rusdianto, Selasa (20/10/2020).

Dia mengatakan, untuk pembayaran gaji kontrak itu, mulai bulan Juli, Agustus, September dan terakhir Oktober ini belum dibayarkan, karena uang di Kasda belum ada. sehingga tidak dapat di bayarkan.

Rusdianto menjelaskan, seperti yang di sampaikan oleh ketua DPRD Kabupaten Mamuju bahwa anggaran penggajian tenaga kontrak daerah di anggarkan oleh masing-masing OPD.

“Itu memang benar bahwa OPD menganggarkan, tapi setelah bermohon kekeuangan ternyata uangnya tidak tersedia di keuangan untuk di bayarkan. Jadi kita ini OPD sudah bermohon kekeuangan karena kami anggarkan, tapi ternyata di keuangan tidak tersedia uang karena keuangan juga bukan pencari uang dia hanya pembayar,” tuturnya.

“Kalau di kantor saya sudah di bayar bulan Juni, berarti yang sisa belum, Juli, Agustus, September Oktober, sudah empat bulan tidak di bayar dan kami sudah konsultasikan kekeuangan tapi belum ada uang,” ungkap Rusdianto. (edo)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *