Lensapena.Info, Mamuju, Sulbar– Akses jalan menuju Dusun Rumbia Apo di Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Mamuju sungguh sangat memprihatinkan. Warga di dusun yang berjarak 37 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Mamuju itu sangat merindukan akses jalan yang baik.

Bagaimana tidak, untuk sampai ke dusun yang berada di dataran tinggi itu, perjuangan perjuangan agar kondisi jalan yang berupa jalan tanah berbatu dan licin bisa ditaklukkan, terutama setelah melewati pusat pemerintahan Desa Pammulukang. Jarak dusun itu dari jalan poros Trans Sulawesi sebenarnya terlalu jauh, hanya berkisar 6 kilometer saja.

Namun, ketika berbelok dari jalan utama itu dan masuk ke wilayah Desa Pammulukang, kita tidak akan lagi menemui jalan aspal yang mulus, yang hanya ada jalan rusak yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, dalam hal pemerintah kabupaten.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian besar warga Dusun Rumbia Ako berprofesi sebagai petani kebun. Sehingga mereka sangat membutuhkan akses jalan yang baik untuk membawa dan memasarkan hasil kebun mereka yang melimpah.

Asmuddin (47) salah seorang warga Dusun Rumbia Apo mengatakan, mereka yang menetap di dusun itu sama sekali belum merasa merdeka jika akses jalan. Akses jalan yang buruk itu, terkadang sangat menyulitakan dan menghambat mereka ketika beraktivitas.

“Kami di Rumbiako merdeka jika masalah jalan. Kalau di musim hujan, jalanan menjadi sangat licin dan berlumpur, saya selalu mendorong motor, terkadang juga terjatuh jika memaksakan berkendara,” kata Asmuddin belum kepada wartawan Kamis (01/10/2020).

Padahal menurut Asmuddin, setiap momen politik akan berlangsung, mereka selalu mendapatkan janji akan perbaikan jalan mereka. Seperti 5 tahun lalu, saat momen Pilkada Mamuju, beberapa calon mendatangi mereka, bahkan salah satu yang terpilih menjadi pemimpin, namun janji itu akan terlaksana Pilkada itu kembali akan dilaksanakan.

“Pemimpin kami sudah pernah kesini 5 tahun lalu dan menunggu untuk memperbaikin jalan kami, tapi sampai saat ini sedikit pun tidak pembangunan jalan,” ujar Asmudsin.

“Kami sangat berharap pemimpin saat ini mau melihat dan memperhatikan keadaan kami ini,” harapnya.

Sedangkan, Kepala Desa Pammulukang, Jasmin yang dihubungi mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk membangun akses jalan ke Dusun Rumbia Apo. Namun, selama ini mereka hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD) yang Ia nilai tidak akan mampu menuntaskan permasalahan jalan di desanya.

“Yang jalas jalanan yang ada di dua dusun, yakni Betteng Batu menuju ke Rumbiako, tidak ada lain selain menggunakan ADD kami,” kata Jasmin.

Jasmin ditambahkan, sejak dirinya dilantik pada 2018 lalu, Ia sudah mulai membangun jalan penghubung antar dusun dengan anggaran seadanya. Sehingga, jalan yang panjang yang bisa terbangun pun seadanya pula, karena hanya mengandalkan ADD.

“Alhamdulillah mulai saya dilantik 2018 berjalanlah kegiatan sampe 2019. Tahun 2020 ini anggaran kami direcofusing semua, jadi ada beberapa titik pembangunan fisik batal semua, Insya Allah tahun depan kami akan kembali,” jelas Jamsin.

Jasmin mengungkapkan, tiap tahunnya di musrembang tingkat kecamatan, dia selalu membangun jalan di daerahnya. Namun, hingga saat ini pembangunan yang ia usulkan itu tidak juga terakomodir.

“Setiap tahun kami usulkan di kecamatan musrembang. Alhamdulillah solusinya tidak ada yang maksimal, satu pun tidak ada yang terlaksana,” tutup Jasmin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *