Home Humaniora Soal Pernikahan Sedarah, Ini Penjelasan MUI Sulsel

Soal Pernikahan Sedarah, Ini Penjelasan MUI Sulsel

3,236
0
SHARE
Soal Pernikahan Sedarah, Ini Penjelasan MUI Sulsel

Lensapena.Info,Makassar,Sulsel-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya angkat bicara terkait adanya pernikahan sedarah atau saudara kandung yang terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Menurutnya, pernikahan yang dilakukan oleh Ansar, 32 tahun bersama adiknya itu haram menurut ajaran Islam.

Dia menerangkan bahwa dalam ajaran Islam, ada 14 golongan yang dilarang untuk dinikahi. Di antaranya, larangan pernikahan karena berlainan agama, larangan pernikahan karena hubungan darah yang terlampau dekat, larangan pernikahan karena hubungan susuan, larangan pernikahan karena hubungan semenda dan larangan pernikahan poliandri.

Kemudian, larangan pernikahan terhadap perempuan yang di li'an, larangan menikahi perempuan/laki-laki pezina, larangan pernikahan dari bekas suami terhadap perempuan (bekas istri yang di talak tiga) dan terakhir larangan nikah bagi laki-laki yang telah beristri empat.

Secara genetis, jika seorang dengan gen yang berasal dari keturunan yang sama menikah maka akan terjadi mutasi.

Mutasi tersebut selanjutnya akan menimbulkan masalah pada anak yang dilahirkan seperti cacat tubuh, penyakit mental (idiot, debil, imbisil) penyakit metabolisme seperti diabetes, huntington, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar ketika istri sah Ansar, Hervina, 28 tahun, warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, melaporkan hal tersebut ke Mapolres Bulukumba dalam kasus perzinahan.

"Saya harap keadilan dan kepastian hukum, serta meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap Ansar," ucap Hervina, usai melaporkan suaminya itu.

Menurut Hervina, pernikahan sang suami dengan adik kandungnya sendiri itu sekitar enam hari lalu. Mereka melangsungkan pernikahan di Kalimantan. Dan selama ini, kata dia, ia tidak pernah menaruh curiga kepada suaminya itu, meski perzinahan atau perselingkuhan telah berlangsung tiga bulan lalu.

"Ini baru saya ketahui setelah mereka berdua ke Kalimantan dan saya melihat video pernikahan mereka berdua," ungkapnya.

Atas perbuatan kedua kakak-beradik ini, pihak keluarganya tak sudi lagi jika keduanya pulang ke kampung halamannya di Desa Salemba dan bahkan di Sulawesi Selatan. Pihak keluarganya berharap agar kasus ini cepat ditangani oleh polisi dan keduanya bisa diamankan lalu di proses secara hukum.

Reporter: Sahrul/Ismail Ugi