Home Humaniora Aliansi BEM Universitas Bosowa Menuntut Presiden RI Copot Kapolri

Aliansi BEM Universitas Bosowa Menuntut Presiden RI Copot Kapolri

Mahasiswa Universitas Bosowao Demo

1,417
0
SHARE
Aliansi BEM Universitas Bosowa Menuntut Presiden RI Copot Kapolri

Keterangan Gambar : Mahasiswa Universitas Bosowa Demo hingga Bakar Ban Didepan Kampus Universitas Bosowa

Lensapena.Info,Makassar,Sulsel-- Ratusan Mahasiswa Universitas Bosowa menggelar aksi demo di depan kampus Universitas Bosowa  dengan membakar ban di depan kampus, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis 23/05/2019 Kota Makassar Provinsi Sulsel

Aldi Ketua Badan Eksekutip Mahasiswa ( BEM )Universitas Bosowa Makassar Mengatakan, dari hasil konsilidasi teman-teman BEM Mahasiswa Universitas Bosowa Makassar, pada aksi ini kita tidak sama sekali menyinggung atau keberpihakan pilpres 01 atau 02 tapi issu di dapat pada malam ini melihat sebuah tindakan-tindakan  prepensif yang dilakukan oknum polisi yang mencederai nilai demokrasi di Indonesia.

Lanjut Aldi, Teman teman yang melakukan aksi demonstrasi di DKI Jakarta, itu telah di lindungi oleh udang-undang nomor (8) tahun (98) telah diatur menyampaikan pendapat kemudian kita mengacu dasar negara UUD 1945 pasal (30) ayat (4) diatur tugas pokok polri, bagaimana polri, polisi republik Indonesia senantiasa mengayong, pelindung oleh masyarakat nya namun yang terjadi di negara kita justru kepolisian kita melakukan tindakan prepensip melanggar hak asasi kemanusiaan dan nilai-nilai demokrasi yang hadir di Indonesia.

ini telah melahirkan demokrasi namun kemudian rezim telah menghadirkan atau megadupsi nilai-nilai otoriter atau ke diktatoran, yang di lakukan (20) tahun silam ataupun di masa orde baru sehingga kita menuntut keras kepada presiden republik Indonesia, untuk hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan nuansa kesejukan sebagai kepala negara karna melihat sudah banyak korban yang berjatuhan dan menuntut presiden republik Indonesia, untuk mencopot Kapolri dari jabatannya karena anggap telah tidak mampu dan tidak profesional sebagai kepala kepolisian dan memproses pihak-pihak oknum kepolisi yang telah melakukan melanggar demorasi dan nilai kemanusian' tutupnya.

Reporter: Sahrul